BigBang Song

Lalala, My girl, BigBang is Vip, This Love (Gdragon), Last farawel, Lies, Haru Haru, My Heaven, With you, Gara gara Go, Beautivul Hangover, Lets me hear your Voice, Make love, Lollipop ft 2Ne1, Lollipop 2, Sunset glows, Hot Issue, Ora Yeah, Stay, Good Person, Tell me goog Bye, Hands Up, Always, Bringing youre love, Forever with you GDTOP ft BOM, Number 1, stylist, We Belong together, Dirty Clas, Tonight, Somebody To love, What is Right, Stupit Liar, Love song, Blue, Bad Boy, Love Dust, Ain't No Fun, Fantastic Baby, Wink's (Daesung), Ego, Feeling. "Taeyang" wedding Dress, Look Only At Me, I Need A Girl, Move ft Teddy, Prayer ft Teddy, Friend ft TOP, Where U at. "Gdragon" HeartBreker, Korean dreams, Shine a Light, She is Gone. "Seungri" What can i do, Strong Baby, VViP. "Daesung " Baby dont Cry, Try To lough. "GDTOP" High High, Oh Yeah, Baby Good Nigh, Jibe Gajima, Dancing on My Own ft Pixie Lott. Monster, Bingle Bingle, Still Alive

Rabu, 29 Agustus 2012

(Fanfiction) My Birthday Part 1




























Author : @deebee_vip

Cast : Jang hyun seung, Han mika

Genre : Romantic

Nah ini aku buat special untuk menyambut birthday hyunseung 3 september nanti ^0^



Hyun seung POV :

Lelah itulah yang aku rasakan. Kenapa semuanya berputar-putar ulang di kepalaku. Aku cukup mengerti dengan semua ini. Tapi yang aku rasakan adalah hampa.

Masih teringat jelas dalam otakku saat pertama kali aku bertemu dengannya. "Han Mika". Aku menghembuskan nafas beratku sejenak mencoba mengingat semuanya. Lagi aku menggelengkan kepala. Semua ini tidak boleh terjadi. Aku harus membuang jauh-jauh perasaan ini.

Yah memang benar. Sejak mengenal gadis itu banyak perubahan yang terjadi dalam hidup juga pada diriku. Dia adalah wanita yang mampu mengalihkan semua hidupku. Sejak Tahun pertama sekolah aku mengenalnya. Dia gadis yang begitu manis. Tidak banyak bicara, namun sekali dia bicara maka semua orang akan terpesona dengnannya. Tak terkecuali aku.

Lalu Tepat sebelum kenaikan Tingkat kedua sekolah menengah aku mengungkapkan semua perasaanku padanya. Dan saat itu aku begitu seneng dengan jawaban yang diberikannya. Yah dia menerima pernyataan cintaku.

1 Tahun hubungan kami berjalan, tidak begitu banyak masalah yang muncul meskipun sering kali kami bertengkar karena masalah sepele namun semua pasti akan membaik. Jika bukan aku yang tak tahan berlama-lama bertengkar dengannya, maka dialah yang tak bisa berlama-lama juga. Kami saling berbagi semua bersama. Tak ada hari dan tempat yang terlewatkan dengan semua kenangan yang telah kami ciptakan.

Namun setengah tahun terakhir ini, Hubunganku dengannya sedikit merenggang. Memang masih dalam taraf baik-baik saja. Namun aku terkadang merasa bosan. Sering aku mengabaikannya. Dan jika aku sudah mengabaikannya maka dia juga akan mengabaikanku. mungkin itulah yang membuatku semakin merasa bosan dalam hubungan ini.

Sebentar lagi liburan sekolah akan usai. Bahkan diliburan kali ini aku hanya 1 kali bertemu denngannya sebelum dia berlibur di jepang bersama dengan keluarganya. Itu semakin membuat hatiku penat dan hampa. Di saat aku merasa bosan sebenarnya aku ingin dia berada di sisiku namun sepertinya semua itu takkan pernah terjadi.

Aku menghembuskan nafas beratku sekali lagi. kulangkahkan kakiku meninggalkan bangku taman ini. Yah di sinilah dulu aku menyatakan perasaanku pada Mika. Dengan langkah gontai aku terus melangkahkan kakiku. Sesekali aku menendang kerikil yang ada di jalanan. Aku merasakan saku ku bergetar. Ku rogoh dan mengambil sebuah barang di dalamnya.

Dengan malas aku menekan tanda On  untuk melihat siapa yang telah mengirimkan sms. Sejenak aku tertegun membaca tulisan yang tertulis dalam layar tersebut. Dan tanpa terasa Seutas senyuman Terlukis di bibirku.

From : My Princess

Oppa, Dimana? Kanapa tidak dirumah. Bibi bilang kau keluar. Dimana sekarang !!!

Aku menekan tombol reply pada layar itu. dan menuliskan beberapa kata, mungkin juga bisa di sebut kalimat.

To : My princess

Di taman. Kenapa? apa kau baru merindukanku sehingga baru megirimiku pesan???


Tak ada waktu 2 menit Hp Ku kembali bergetar.

From : My Princess

Yaaaaaaaaaa........... Aku sama sekali tak merindukanmu. kau saja begitu susah untuk dihubungi. Kenapa menyalahkanku. Aku dirumahmu sekarang, cepat kembali. Aku sudah lelah menunggumu. Jika tidak maka aku akan pulang saja !!!!!


Aku begitu terkejut membaca pesannya yang terakhir. Bagaimana mungkin dia sudah di rumahku. Bukankah dia bilang baru akan kembali kekorea lusa. Aku terus tersenyum dan membalas pesannya.

To : Tunggulah sebentar aku akan segera kembali. Kau berhutang pertanyaan padaku. Awas saja jika aku dirumah kau tidak ada maka akan kupastikan kau tidak akan melihatku selama seminggu.!!!!!!
Aku terus tersenyum saat menulis pesan tersebut setelah aku menekan tombol sent secepat kilat aku berlari agar sesegera mungkin tiba di rumahku.

----------------------------------oOo---------------------------------

Mika Pov :

Kanapa dia lama sekali. Apa dia tak tahu sampai rumah aku langsung menuju kesini. Bahkan aku belum sempat istirahat, "Awas kau Jang hyun Seung, akan ku cincang sampai sini" Aku mengucapkan kata itu pelan. Aku sungguh lelah ditambah lagi harus menunggu Pria aneh itu. Huffft. Aku ambil gelas yang ada di meja kecil di hadapanku. kuteguk minuman itu hingga Habis tak tersisa.

"Aku pulang" Terdengar suara seorang lelaki dari luar ruangan itu. Perlahan Pintu itu terbuka dan muncullah sesosok pria yang berjalan mendekat ke arah mika dengan senyum yang terus menghiasi wajahnya. Nampak nafasnya sangat tidak teratur dan keringat mengucur di wajahnya.

"Yaaaaa... Berhenti disitu" Teriak mika. Dia nampak sekali menahan amarah yang sedari tadi dipendamnya.

"Ada apa?". Seketika senyum di wajah Hyunseung menghilang karena teriakan mika. Dia tidak habis pikir bagimana bisa seorang gadis bisa berteriak sekencang itu.

"Yah tuan Jang, kau tahu berapa lama aku menunggumu disini. Hampir satu jam. Apa kau tahu setibanya di rumah aku langsung menuju rumahmu. Lalu apa yang kau lakukan. Setelah membuatku menunggu kau datang dengan senyum aneh mu itu. Ciehhh?" Mika mengeluarkan semua kata yang ada di benaknya.

"Oh... Ayolah Nona Han, apa kau memberi tahuku jika kau pulang hari ini. Jika kau mengatakannya mungkin aku bisa menjemputmu. Dan juga apa kau mengatakan jika akan datang kerumah, jika saja kau mengatakannya maka aku tak perlu untuk keluar rumah untuk menghirup udara segar." Hyun seung menjawab pertanyaan mika dengan berkacak pinggang.

Cukup lama Kedua orang tiu terdiam saling pandang dalam jarak tidak ada 5 meter mereka masih bertahan untuk saling tatap yang sulit untuk di artikan. "Yew, Mungkin ini memang salahku karena tak memberitahukanmu sebelumnya. Tapi tidak seharusnya pula kau membuatku menunggu lama, Tuan Jang". Mika menyangkal lagi perkataan hyun seung.

"Jadi kau masih berfikir jika semua ini salahku". laki-laki itu kembali bersuara dan melipat kedua tangannya di depan dada. "Oke jika begitu, kau bisa pulang sekarang dan istirahat. Tuan Putri Mika.". Setelah mengucapkan itu hyunseung pergi meninggalkan ruang tamu dan berjalan ke arah kamarnya.

"yah berhenti". Mika kembali berteriak setelah sekian lama terdian mendengar kata-kat yang keluar dari mulut lelaki itu.

"Ada apa lagi, Aku capek berlari dari taman hingga rumah. Tapi kau malah berbicara tak jelas. Aku mau tidur". Jelas hyun seung. setelah membalikkan badannya menghadap Mika lagi.

"Aku bilang berhenti disitu". Terang mika.

Hyunseung masih bingung dengan perilaku mika. dia merasa aneh setelah menyuruhnya berhenti, mika hanya diam di tempat dan terus saja menatapnya. Hyun seung kehabisan kesabaran dan ketika dia hendak berbalik. Tiba-tiba saja dia melihat Mika berlari kearahnya dan memeluknya erat. Hyunseung nampak kaget dengan apa yang di lakukan oleh Mika. Tapi kemudian dia tersenyum dan membalas pelukan mika.

"Aku merindukanmu bodoh, apa kau tidak tahu jika aku sangat merindukanmu. Itulah kenapa sekarang aku berada disini. Aku meminta kepada ayah untuk pulang lebih cepat karena aku merindukanmu Tuan Jung, kenapa kau tidak mengerti juga". Mika mengucapkan semua kalimat itu dengan wajah yang sedikit di tekuk dan memeluk Hyunseung semakin erat.

Hyunseung hanya bisa tersenyum mendengar pengakuan jujur mika. Lelaki itu semakin mengeratkan pelukannya tanpa menjawat perkataan mika. "Aku juga merindukanmu walaupun dalam hatiku merasa kosong, tapi hanya kau wanita yang aku pikirkan". Ucapnya dalam hati.

"Apa kau tak merindukanku Tuan Jang". Mika melepaskan pelukannya dan menatap kearah hyunseung.

"Apa kau ingin tahu". jawab Hyunseung

"Tentu saja, untuk apa aku berbicara panjang lebar, jika kau hanya diam seribu bahasa". Tegas Mika

"Baiklah". Laki-laki itu menjawab pertanyaan mika dan sedetik kemudian "Chuuuup". Hyunseung Mengecup sekilas bibir Mika dan tersenyum ke arah wanita itu. "Kau sudah puas akan jawabannya, Tuan Putri Han".

Mika hanya tersenyum dengan tindakan dan jawaban dari hyunseung.

"Apa kau kesini hanya dengan tangan kosong". Terang hyunseung kembali.

"Ahhh, Aku lupa". Mika memukul kepalanya sendiri petanda bahwa dia melupakan sesuatu. "Tunggu disini sebentar". Mika berjalan ke arah sofa tempat dia duduk semua dan mengambil sesuatu dari dalam tasnya.

Setelah mengambil barang tersenyum mika kembali berjalan ke arah hyunseung. "Topi dan syal terbaru dan juga limited edition". Mika tersenyum dan menyerahkan barang tersebut pada hyunseung.

"Ne, aku terima hadiah darimu, Ayo masuk aku sangat lelah". Hyunseung menarik mika kedalam kamarnya.

------------------------------------oOo----------------------------------

Hyunseung bersandar di tempat tiburnya. Saat ini dia duduk Dibawah tempat tibur. Dia nampak merebahkan kepalanya pada pinggiran tempat tidur tersebut. Sedangkan Mika dia dengan manjanya meletakkan kepala di pangkuan Hyunseung. sesekali dia tersenyum melihat wajah Hyunseung yang nampak lelah dengan mata yang tertutup. Sesekali dia memainkan tangannya yang menggenggam erat tangan hyunseung.

"kenapa sedari tadi kau menatapku". Dengan mata yang masih terpejam hyunseung melontarkan kata-kata itu untuk Mika.

"Kau sangat tampan Oppa". Jawab mika masih dengan senyum yang terlukis di sudut bibirnya.

"Apa kau baru menyadari Tingkat ketampananku sekarang". Hyunseung menjawab perkataan mika dan langsung membuka mata serta mengahadapkan wajahnya tetat di depan wajah mika, walau dia harus menundukkan sebagian tubuh dan kepalanya.

"Kenapa kau narsis sekali". Gerutu Mika dan seketika itu pula ia melepaskan genggamannya dari tangan hyunseung.

"Kenapa bukankah memang itu kenyataannya. dan bukankah karena wajah ini pula yang membuatmu tertarik padaku". Jawab Hyunseung lagi.

Mika langsung menegakkan badannya yang sedari tari rebahan. dia duduk menghadap Byunseung dan terus menatap wajah laki-laki itu. "Perlu kau tahu dan ingat Tuan Jang, Bahwa aku menyukaimu bukan karena wajahmu saja tapi karena kasian. aku tak tahan melihatmu harus mengejarku tersu-terusan". Jawab Mika dengan tawa yang di tahannya.

"Ya..yaaa.yaaaa Apa yang kau katakan". Amuk Hyunseung. "Lalu jika kau memang kasian padaku kenapa masih disini seharusnya kau sedang beristirahat di kamar dan tempat tidurmu yang nyaman itu sekarang". Jawab Hyunseung sakartis.

Mika masih nampak menahan tawa dan sesekali tersenyum ke arah hyunseung "Lihatlah wajahmu itu sangat lucu jika sedang marah dan mengamuk seperti ini".

Hyunseung hanya menatap mika dengan pandangan anehnya. Dia tak sedikitpun mengalihkan pandangannya dari mika. Ada yang aneh dari tatapan lelaki itu. Dan mika merasakan ada yang tak beres dengan Hyunseung. tanpa disadari mika, Hyunseung meraih tengkuk mika dan mengarahkannya ke wajahnya. dengan perlahan namun pasti bibir hyunseung menyentuh lembut bibir mika. Lelaki itu Melumat lembut bibir mika. Mika nampak terkejut dengan tindakan tiba-tiba hyunseung namun detik berikutnya dia memejamkan mata dan membalas kecupan hyunseung. cukup lama aktivitas tersebut mereka lakukan hingga mika merasakan lehernya pegal karena hyunseung terlalu keras menekannya. Mika memaksa melepaskan Ciuman itu. "Cukup Oppa, Leherku sakit". Tolak mika yang menyadari bahwa hyunseung akan melakukannya lagi.

Hyunseung tersenyum kecut mendengar penolakan mika. "Seperti itu yang kau namakan Kasian Tuan putri Han. Aku lihat kau sangat menikmati tindakanku tadi". Cecar Hyunseung.

"Yaaaaaaaaaaaa". Mika berteriak dan memukul pelan dada bidang hyunseung. Mereka tampak saling pandang dan sejurus kemudia mereka saling tersenyum dan tertawa bersama.

"Sini tidurlah lagi, aku tau kau lelah". Hyunseung menarik lengan mika dan menyentuh kepalanya, serta meletakkan kepala itu di pangkuannya kembali.

Mika hanya tersenyum melihat tingkah Hyunseung. "Saranghae". Kata terakhir yang mika Ucapkan sebelum dia memejamkan matanya dan menggenggam erat tangan hyunseung.

"Nado saranghae Tuan Putriku". Jawab hyunseung dan dia juga memejamkan matanya.

----------------------------------Bersambung---------------------------------------

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Selamat datang Di Blog Bigbang jangan lupa tinggalkan Jejak ^^. Post Youre Coment